Tampilkan postingan dengan label Dunia Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Militer. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

CEWE CANTIK ini Tinggal di Hutan saat DILATIH oleh Kopassus

Srikandi-srikandi cantik PNS Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan harus mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) selama 5 minggu. Mereka dilatih oleh Komando Pasukan Khusus hingga terpaksa harus tinggal di hutan. (Sumber)



Tinggal di hutan selama 5 hari adalah salah satu rangkaian pendidikan dan pelatihan yang disebut kesamaptaan ini.

Salah seorang PNS Bea dan Cukai, Selly Denta menceritakan kisahnya yang tak akan dia lupa selama mengikuti pelatihan. Selly mengisahkan, dalam rangkaian pelatihan yang dia ikuti dulu, selama 5 hari dia dilatih di salah satu bumi perkemahan di Kabupaten Bandung. Bisa disebut hutan karena jauh dari keramaian dan dipenuhi pepohonan rindang. 

"Kalau saya dulu 5 hari di Rancaupas, kita benar nggak dikasih tempat tinggal," tutur Selly saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (26/1/2015). 

Di sana, mereka harus membuat tenda untuk bernaung. Tak mudah bagi mereka apalagi hujan kerap mengguyur kabupaten Bandung kala itu. Jauh dari kesehariannya dan rekan-rekan yang tinggal di tempat tinggal yang jauh lebih nyaman.

"Kita buat tenda sendiri. Hujan juga," kisah dara 24 tahun ini. 

Meski begitu, dia mengaku senang. Banyak pelajaran yang dia dan teman-temannya dapatkan selama mengikuti diklat, terutama soal pembetukan karekater, dan kedisiplinan dir‎i. Pelatihan ini tak hanya diikuti oleh PNS perempuan, tapi juga wajib bagi seluruh PNS Bea dan Cukai yang baru masuk.

(zul/ang)

Sabtu, 30 November 2013

Ya Ampun.....Ilmuwan Nukir di Irak Dibantai

Kematian misterius beberapa ilmuwan nuklir India baru-baru ini mengingatkan kembali kejadian yang sama yang pernah menimpa ilmuwan nuklir Irak dan Iran sebelumnya.

Walaupun Irak terbukti tidak pernah mempunyai bom atom ataupun bom nuklir, namun negara ini mempunyai ilmuwan yang mempunyai keahlian di bidang nuklir.

Kisah tragis harus dihadapi para ilmuwan itu yang kebanyakan dosen di beberapa universitas ternama saat invasi Amerika Serikat di Irak dimulai tahun 2003.

Menurut Fars News Agency 2011, usai menguasai Irak,  Pentagon Amerika Serikat saat itu menurunkan tim rahasia Mossad untuk membantai 550 ilmuwan dan akademisi Irak sejak tahun 2003 sampai 2008, saat pemerintahan sipil Irak sudah berkuasa kembali.

"Mossad bekerja sama dengan Pasukan AS di Irak berhasil membunuh 350 ilmuwan nuklir Irak dan 200 profesor dari tahun 2003 sampai 2008," tulis lembaga International Reality mengutip sebuah laporan keamanan Kementerian Pertahanan yang akan diserahkan kepada Presiden George W. Bush saat itu.

"Pasukan komando Israel sudah beroperasi di Irak sejak okupasi Irak. Mereka memfokuskan diri untuk membunuh ilmuwan dan intelektual Irak," tambah laporan itu.

Mail Online, 2011, melaporkan, bahwa kemampuan Israel untuk membunuh satu persatu ilmuwan Irak dan negara-negara pesaingnya yang lain sudah terbukti sejak berhasil membunuh Yahya El Mashad, ilmuwan Irak di Paris tahun 1980. Setelah itu satu per satu akademisi Irak tewas misterius.




Rabu, 20 November 2013

Bangkai Kapal Selam Nazi Jerman Ditemukan di Laut Jawa.....Berarti Hitler Pernah ke Indonesia.....??

Arkeolog Indonesia mendapat temuan yang mengejutkan. Mereka berhasil menemukan bangkai kapal selam yang diduga milik Nazi Jerman di Laut Jawa. Dugaan sementara, bangkai kapal selam tersebut jenis U-Boat (Unterseeboot) milik Jerman dari masa Perang Dunia II.

Penemuan kapal selam Jerman ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Arkeolog dari sejumlah instansi melakukan penelitian selama sepuluh hari di kawasan utara-timur Kepulauan Karimun Jawa. Penelitian berlangsung sejak 4 November.

Ketua Tim Penelitian Pusat Arkeologi Nasional (Pusarnas), Bambang Budi Utomo, pada ROL mengatakan, peneliti sudah menyelam dan masuk ke dalam bangkai kapal. Di penelitian awal ini, mereka mengambil sejumlah sampel artefak dari dalam bangkai kapal selam itu.

Beberapa temuan tersebut seperti teropong, alat selam, sol sepatu, piring, gelas. Temuan kini berada di laboratorium Pusarnas di Pejaten, Jakarta Selatan. "Ini temuan termasuk yang paling bagus dalam penelitian arkeologi bawah air Indonesia," kata Bambang, Senin (18/11).

Asumsi awal yang berkembang adalah kapal U-Boat tersebut masuk ke dalam armada kapal perang Nazi Jerman. Memang belum ditemukan nomor lambung kapal. Namun dari artefak yang diambil jadi sampel, beberapa menunjukkan ciri-ciri Nazi Jerman. Ciri itu adalah lambang burung yang sedang mencengkeram simbol swastika khas Nazi.

Lambang ini ditemukan di bagian dasar piring makan. Peneliti mengambil sampel piring makan dan piring kecil dari ruang di dalam bangkai kapal selam itu.
Selain gambar bendera Nazi, di piring tersebut juga tertuliskan  produsennya yaitu Jaeger  & Co dan Rieber Mitterteich. Di bawah gambar swastika itu tertera tahun yang diduga pembuatannya yaitu 1939 dan 1941. Dari penelusuran literatur, Jaeger dan Rieber memang pemasok peralatan makan untuk tentara Jerman.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, kata Bambang, apa yang dilakukan armada kapal selam Jerman di perairan Laut Jawa? Misi apa yang mereka bawa? Siapa yang menenggelamkan kapal selam tersebut?



Pemerintah Tarik Pilot TNI AU yang sedang berlatih di Australia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memerintahkan untuk segera menghentikan sejumlah kerjasama dengan Australia. Sejumlah kerjasama tersebut antara lain, kerjasama latihan militer, patroli gabungan, pertukaran informasi hingga imigran gelap.

Sebagai tindak lanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto langsung memberikan respon. Dia memastikan, Indonesia segera mempercepat latihan militer TNI Angkatan Udara bersama AU Australia yang tengah berlangsung di Darwin.

"Kan udah mau selesai juga, dengan sendirinya akan dipercepat latihan latihan itu untuk segera kembali (ke Indonesia)," kata Djoko di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (20/11).

Dia menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia masih menunggu sikap resmi pemerintahan Australia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Tony Abbott. Apalagi, pernyataan yang disampaikan itu disampaikannya melalui parlemen, bukan kepada rakyat Indonesia.

"Ini sangat menunggu sekali apa respon Bapak Tony Abbott setelah beliau menerima surat dari presiden. Apa yang dinyatakan oleh PM Tonny Abbot selama ini kan adalah pernyataan beliau kepada parlemen dan kepada masyarakat Australia, dan bukan kepada rakyat Indonesia," tutupnya. 

TNI AU masih menggelar latihan militer bersama antara Australia dan Indonesia yang melibatkan jet-jet tempur kedua negara, Selasa (19/11) lalu, di Darwin, Northern Territory.

[ian]




Minggu, 17 November 2013

Dua Pelaut Amerika Terluka gara-gara Drone Nyungsep ke Laut

Dua pelaut AS ketiban sial dan terluka saat sebuah pesawat tanpa awak drone yang dilenggakapi dengan peluru kendali nyungsep ke laut di pantai California Selatan, Sabtu sore (16/11/2013.

USA Today, memberitakan, kapal perang USS Chancellorsville ketika itu sedang menguji sistem senjata tempur di luar pantai Point Mugu, California. Para pelaut yang mengalami luka bakar ringan pada insiden itu dirawat di rumah sakit, ujar Letnan Lenaya Rotklein dari Korps Wanita AL Armada Ketiga.

Ketika itu drone sedang digunakan untuk menguji pelacakan radar tapi kemudian tak berfungsi, lalu lepas kendali dan menabrak geladak kapal, tutur Letnan Rotklein. Dua orang tersambar drone dan mereka mengalami luka bakar ringan.

Bloomberg menghitung pada survei 2012 terjadi kecelakaan sebanyak 9,31 kali untuk setiap 100.000 jam penerbangan drone. Namun demikian Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) malah mendorong lebih banyak penggunaan drone di dirgantara AS pada 2015. [tjs]