Tampilkan postingan dengan label Dunia Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kuliner. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2015

Mari Nostalgia dengan Minuman Sehat Khas Nusantara....ada yang Udah Coba...??

Untuk Anda yang rindu dengan minuman tradisional seperti jamu coba mampir ke kedai yang satu ini. Mengambil lokasi di Jalan Petogogan 1 No. 28, Gandaria, Jakarta Selatan, kedai Suwe Ora Jamu ini siap memanjakan lidah dengan menu khas Indonesia. (Sumber)



Interior kedai ini pun begitu klasik, sangat kental dengan nuansa nusantara. Cahaya redup dengan beberapa deret sofa membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Ruangannya begitu nyaman layaknya rumah sendiri, aneka jamu di sisi kanan kedai begitu tersusun rapi. Tak hanya itu, aneka jajanan era 90an juga tersedia di sini, seperti permen susu nougat, permen jahe, hingga es krim Woody.

Ide kedai ini tercetus dari pemikiran Nova Dewi Setiabudi dan Uwi Mathovani. "Kami ingin kembali mempopulerkan jamu, di sini tersedia jamu dengan khasiat yang beragam. Jamu biasanya dijajakan dengan bakul oleh mbok-mbok, kini bisa dinikmati di sini muali buka dari jam 11 siang sampai 12 malam," ujar Managing Director Suwe Ora Jamu, Jonathan Lesmana, Selasa 20 Januari 2015.

Kedai ini sendiri menurut Jonathan dibuka Februari 2013, hadir dengan tiga varian jamu yakni jamu pahit, house blend atau racikan sendiri yang dikemas dalam botol kaca serta ada juga jamu yang diinovasi seperti mocktail.

"Kita memang sengaja buatnya dicampur, supaya rasanya lebih ringan, jadi tak merasa minum jamu. Meski begitu, khasiatnya tetap sama. Misalnya ada kunyit asam dicampur dengan sawi hijau, namanya Green Thamarin ada juga untuk penurun kolesterol dan lain-lain," ujarnya.

Sementara untuk jamu racikan merek jamu asal Surabaya, Jamu Iboe menjadi andalan di kedai ini. "Brand jamu Iboe sendiri sudah terkenal sekitar 100 tahun lalu. Untuk itu kami bawa dan perkenalkan lagi di kedai ini," tuturnya.

Bagi Anda yang tak terlalu suka rasa tajam khas jamu tak perlu khawatir, di Suwe Ora Jamu semua rasa tidak terlalu menyengat.

Setiap menu jamu yang ditawarkan dibandrol dengan harga Rp 23 ribu kemasan botol dan Rp 15 ribu jika disajikan di gelas.

Tak lengkap rasanya bila bersantai tanpa ada menu hidangan selain jamu. Kedai ini juga menyediakan beragam makanan camilan khas Indonesia seperti pisang goreng crispy, roti bakar, bubur kacang ijo hingga jamur goreng.

Atau yang ingin memanjakan perut, Anda bisa memesan Nasi Bakar Tandjung Priok. Nasi bumbu rempah-rempah isi ikan tuna yang dibungkus dengan daun pisang, dan dipanggang di atas arang cocok untuk Anda yang sedang lapar.

Jonathan mengatakan pengunjung yang datang kebanyakan tak hanya sekedar menghabiskan waktu berkumpul, tapi memang khusus memesan jamu.

"Mereka juga bisa berkonsultasi di sini. Jadi mengonsumsi jamunya sesuai dengan kebutuhan, mengatasi keluhan-keluhan di tubuh dengan jamu," paparnya. 

Unik....Mosaik ini Terbuat dari 19.000 Kg Permen

Beberapa seniman mengekspresikan bakat seni mereka dengan melukis atau menciptakan karya tak biasa. Beberapa juga membuat mosaik yang terbuat dari bahan-bahan aneh, seperti cangkir kopi, kue, cokelat, dan masih banyak lagi. (Sumber)



Sebuah mosaik yang lezat baru-baru ini dibuat di China. Yap, mosaik itu dibuat dari 19.000 kg permen warna-warni.

Mosaik ini didirikan pada hari Rabu lalu (21/1), di dekat pusat perbelanjaan di Chengdu, Provinsi Sechuan, China. Karya seni yang menakjubkan itu sontak mendapat banyak perhatian dari orang-orang yang lewat di dekatnya.

Jika dilihat dari atas, mosaik itu akan menampilkan gambar panda dan bunga warna-warni. Siapa pun yang melihat mosaik itu pasti tertarik untuk mengambil gambar di dekatnya. Keren!






Unik...Pesan Burger Malah Dikasih Tumpukan Uang

Seorang wanita pembeli burger mendapatkan kejutan super langka. Kantong pesanan Burger King drive-thru yang diperolehnya justru berisi setumpuk uang, bukannya makanan. (Sumber)



Kejadian langka ini terjadi ketika Janelle Jones, wanita asal Ne Hampshire hendak membuka kantong pesanan makanan dari restoran cepat saji di Rochester. Berharap mendapatkan sebotol teh manis dan sandwich sayap ayam pedas, Jones mendapati tumpukan uang ribuan dolar AS.

Laman Foster's Daily Democrat seperti dikutip laman Emirates247, Senin, 26 Januari 2015 melaporkan Jones justru mendapati uang senilai US$ 2,631 dalam kantongnya. Takut dengan uang nomplok ini, Jones memutuskan menelepon suaminya.

Akhirnya pasangan suami istri ini memutuskan untuk mengembalikan uang nomplok yang sebetulnya uang milik Burger King.

Diakui Matthew, suami Jones, dirinya memang sempat berpikir untuk menyimpan uang tersebut. Apalagi dirinya memang tengah membutuhkan uang.

Namun keyakinan yang dianutnya membisikinya untuk mengembalikan uang tersebut.

Pengelola restoran sendiri mengakui adanya insiden tersebut. Namun mereka menolak untuk berkomentar lebih jauh.

Senin, 26 Januari 2015

Unta Panggang isi Domba dan Ayam Gan ! Enak NGGA ya ???



Namanya Camel Turducken. Makanan tradisional ini berupa unta utuh yang dipanggang dan diisi dengan daging domba, ayam, ikan, dan terkadang telur serta nasi.


Suku Badui di Arab Saudi konon gemar memasak makanan tradisional ini dan menghidangkannya di acara pernikahan. Namun, resep asli masakan ini masih misterius. Sebuah buku berjudul The Fearless Diner yang ditulis Richard Sterling memuat sebuah kisah tentang bagaimana makanan ini dimasak.  (sumber)




 


Richard menuliskan kejadian ketika dia bertemu dengan seorang koki di Bangkok, Thailand, bernama Sven Krause. Dalam kesempatan itu Sven bercerita tentang pengalamannya memanggang unta utuh yang diisi beragam daging ketika bekerja di Arab Saudi. 





 

Sven mengaku pernah diminta memasak Camel Turducken untuk hidangan pesta pernikahan seorang keluarga syekh. Sven memasak unta utuh berisi enam domba yang sebelumnya sudah diisi daging ayam berisi ikan selama 24 jam. 



 

Pada 2007, Christian Falco, seorang koki asal Prancis, mendapati praktik penghidangan makanan tradisional ini ketika sedang berkunjung ke Safi, Maroko.

Falco memasaknya selama 15 jam. Makanan tersebut cukup dihidangkan bagi 500 orang.


GOKIL !!! Dulu Ada Jaman Batu, Kini Ada Pemakan Batu

Seorang wanita berumur 45 tahun sudah memiliki kebiasaan memakan batu selama 20 tahun dan saat itu sudah mengkonsumsi batu seberat total 1,360kg. (sumber)



Natural lift: Another delicious stone goes down a treat as Mrs Widener comforts herself


Ibu dua anak ini mengaku kalau memakan batu merupakan makanan yang ?nyaman? untuknya. Jika wanita lain, butuh makan cokelat untuk menenangkan pikiran saat galau alias gelisah, wanita ini malah memakan batu.

Namun sejak menikah dengan suaminya Jim tahun lalu, kebiasaannya itu menjadi tambah serius.

?Jim membuat saya sangat bahagia dan saya pun mulai mengurangi makan batu,? katanya. ?Namun semua orang memiliki hari yang buruk dan ketika saya mengalaminya, hanya batulah yang dapat membuat saya lebih baik dan terhibur.?

Hungry: The mother of two has said she feels 'better' when she has a supply of rocks in her house. She likes how they are always 'there for her'
Hungry: The mother of two has said that she tends to feel 'better' when she has a supply of rocks in her house

Content: The pica-sufferer is also susceptible to eating 'toilet paper and clothing' according to experts
Content: The pica-sufferer is also susceptible to eating 'toilet paper and clothing' according to experts
http://owtop.blogspot.com/2015/01/gokil-dulu-ada-jaman-batu-kini-ada.html
Tebak, makan kwaci atau cemilan batu? / Tabcnews.go.com


Teresa Widener, nama wanita itu, menyimpan tumpukan batu di lemari khusus yang terletak di dapur rumah mereka di Bedford, Virginia dan biasanya memakan batu itu sambil mengobrol dengan suaminya.

?Saya memilih batu dari bentuk yang saya suka,? katanya. ?Saya menyukai aroma tanah yang ada pada batu itu, hingga saya juga menelan tanah yang menempel di batunya.?

Batu kesukaan Teresa adalah batu yang lembut dan rapuh. Namun jika ada batu yang keras, terkadang Teresa menghancurkannya sendiri dengan palu miliknya.

?Saya merasa lebih baik hanya dengan mengetahui kalau ada persediaan batu di rumah,? jelasnya.

?Mereka selalu ada untuk menghibur saya saat saya sedang sedih.?
Kelainan Teresa ini dinamakan Pica, yaitu kelainan yang membuat penderitanya memakan sesuatu yang bukan makanan. Hewan-hewan seperti serigala dan kura-kura juga kadang memakan batu untuk membantu pencernaannya, namun kasus ini jarang terlihat pada manusia.




Dinner time: Teresa Widener (right) and her daughter Kelsey Bayne, 22, enjoy very different treats at home in Bedford, Virginia. Mrs Widener eats stones as comfort food

Odd diet: The mother-of-two hammers her stones down to an edible size. She gorges on stones to lift her spirits

That's a good one! Mrs Widener selects which stones to eat during country walks

Minggu, 12 Januari 2014

MONSTER SANDWICH - Roti Berlapis Anti Mainstream, Monster Yang Bisa Dimakan !


Kasia Haupt adalah seorang advertising art director berusia 29 tahun yang berasal dari New York. Monster Sandwich yang dibuat olehnya ini bentuknya sangat menarik, meskipun sebenarnya terbuat dari roti biasa dan bermacam-macam isian sandwich biasa, termasuk sosis daging, bayam, cabe dan keju. Karakter lucu dari sandwich-sandwich tersebut mendapat tanggapan positif dari para pecinta seni, bahkan sebagian telah dipesan untuk digunakan sebagai gambar T-shirt.

“Kasia Haupt's sandwich monsters: Kentucky Fried Chicken Derby”. (Photo by Kasia Haupt/Caters News)




Kasia
membuat sandwich-saurus pertamanya ketika ia kuliah desain. Tapi baru beberapa tahun kemudian ia memutuskan untuk membuat banyak koleksi "monster -monster yang bisa dimakan" dan sekarang ia mencurahkan banyak waktunya untuk hobinya ini..

Kasia
mengatakan : "Aku memiliki ide ketika masih kuliah desain di Atlanta. Aku ingin membuat sesuatu yang unik dan aku selalu suka food-art, jadinya aku membuat sandwich-saurus pada waktu itu."

"Beberapa tahun kemudian, aku teringat sandwich-saurus dan memutuskan untuk membuat sandwich lebih dari hanya untuk dimakan. Aku kemudian membuat beberapa monster dalam waktu satu bulan."




“Kasia Haupt's sandwich monsters: Glazed and Confused”.



"Aku belum pernah menjual sandwich-sandwich ini sebagai makanan, tapi hanya sebagai commisioned art print. Orang-orang bilang padaku bahwa aku harus membuka sebuah kedai - yang kurasa mungkin bagus, andai saja para pelangganku nanti bisa sabar menunggu 1-2 jam hingga makan siang mereka siap."


Sumber :http://www.kaskus.co.id/thread/52cf8be6becb1759208b483b

Kamis, 09 Januari 2014

Hati-Hati Menuangkan Sesuatu, Apalagi Cairan

Saat menikmati hidangan di restoran, sudah merupakan hak setiap tamu untuk mendapatkan pelayanan Tetapi pria ini justru mengalami kesialan saat bersantap di sebuah restoran Italia. Keliru minun larutan pembersih iapun dilarikan ke rumah sakit.

Dikabarkan Shanghaiist (07/01/2014), seorang pria di China bermarga Shen dirawat di rumah sakit setelah seorang pelayan dari restoran Italia yang ia kunjungi salah mengisi gelas minumannya dengan cairan pembersih.

Shen bersama istrinya mengunjungi restoran Italia pada tanggal 30 Desember kemarin datang untuk menikmati makan malam. Setelah menghabiskan makan malam, Shen meminta dua gelas air hangat kepada pelayan.

Si pelayan entah kenapa dengan sengaja memberikan dua gelas jus lemon dingin, sehingga Shen meminta kembali kepada pelayan untuk mengganti dua lemon dingin ini dengan air hangat yang sedari tadi ia inginkan. Kemudian pelayan pun menuangkan air ke dalam gelas Shen. Namun, ternyata, air yang dituang tak lain adalah cairan pembersih.

“Mulut saya mati rasa, dan tenggorokan ini seperti terbakar rasanya,” kata Shen. “Badannya juga gemetar setiap waktu,” istrinya menambahkan. Menurut keterangan dari rumah sakit, keadaan Shen berangsur-angsur membaik, namun usus Shen harus diteliti lebih lanjut.

Dengan bantuan polisi, istri Shen juga memastikan kepada para polisi bahwa cairan yang diminum suaminya adalah murni cairan pembersih bercampur deterjen. Seseorang dari pihak restoran bernama Zhang juga mengakui hal ini adalah tanggung jawab restoran.

Menurutnya, pada saat kejadian sekitar pukul 3 sore, para staf kebersihan yang bertugas berpikir bahwa sudah waktunya untuk bersiap-siap tutup. Maka dari itu, ia menuangkan cairan pembersih ke dalam air panas. Sayangnya, petugas berikutnya menyangka bahwa air itu adalah air hangat biasa, dan menuangkannya kepada tamu yang meminta.

Zhang juga telah memberikan sangsi kepada si pelayan yang telah melakukan kelalaian yang hampir saja membunuh seseorang. Apalagi orang tersebut adalah tamu restoran. Pihak restoran juga menanggung seluruh biaya pengobatan untuk Shen.

Tetapi hingga kemarin, Shen dan istrinya belum juga mendapatkan kompensasi dari pihak restoran terkait biaya rumah sakit. Karena itu, Shen dan istrinya berniat untuk mengajukan gugatan hukum kepada restoran demi mendapatkan haknya.

http://images.detik.com/content/2014/01/10/294/salahtuang_ctt.jpg

Sumber :http://food.detik.com/read/2014/01/10/072343/2463512/294/pelayan-keliru-tuang-cairan-pembersih-pria-ini-masuk-rumah-sakit?d991101284

Kamis, 05 Desember 2013

WoW,.. Ada Rumah Besar Terbuat Dari Jahe

Jakarta - Sebuah komunitas di Texas, Amerika yang bernama 'Texas A&M Traditions Club', berhasil membangun sebuah rumah yang cukup besar. Uniknya, rumah ini terbuat dari kue jahe atau disebut gingerbread house. Wow!

Rumah yang tak biasa itu pun berhasil memecahkan rekor Guinness World Record untuk rumah dari kue jahe terbesar di dunia. Struktur bangunan rumah itu hingga 39,201.8 kaki kubik.

Seperti dikutip dari Today, rumah unik ini juga berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang struktur bangunannya mencapai 36.660 kaki kubik yang dipamerkan di Mall of America, di Minnesota, pada tahun 2006 lalu. Proyek pembangunan rumah dari kue jahe ini digagas oleh Bill Horton, General Manager dari Texas A&M Traditions Club.

Bill yang menyebut dirinya senang melihat Food Network dan browsing di Google, iapun menemukan idenya untuk membangun rumah jahe tersebut. "12 - 14 bulan yang lalu saya melihat sesuatu tentang rumah jahe dan itu mendorong saya untuk mencari tahu apa yang terbesar yang pernah dibangun,'' ungkap Bill.

Bukan tanpa sebab, ternyata pembangunan rumah jahe ini dilakukan untuk sebagai sarana wisata untuk mengumpulkan dana. Uang tersebut akan dialokasikan sebagai dana untuk membuat fasilitas baru di Rumah Sakit St Joseph.

"Pada bulan Juni, saya berada di sebuah acara makan siang dengan pihak Rumah Sakit St Joseph, dan saya punya ide gila ini untuk membangun rumah jahe terbesar di dunia dan mengkombinasikannya dengan keinginan mereka untuk membangun sebuah fasilitas untuk trauma program," tambah Bill.

Untuk menyelesaikan proyek ini, Bill telah menghabiskan hampir 1.360 kg gula merah, 7.200 butir telur, 3.265 kg tepung dan 816 kg mentega. Gingerbread house itu dibuka dari Selasa sampai Minggu pukul 18.00 - 22.00 waktu setempat. Rumah ini akan tetap dibuka sampai 14 Desember 2013 mendatang.

Untuk mengunjungi rumah itu, orang dewasa akan dikenakan biaya sebesar US$ 3 atau sekitar Rp 36 ribuan. Sedangkan untuk anak-anak hanya sebesar US$ 2 atau sekitar Rp 24 ribuan.

Dalam waktu kurang dari seminggu sejak tanggal 30 November 2013 lalu, Bill telah mengumpulkan lebih dari US$ 150.000 atau sekitar Rp 1,8 miliar untuk Trauma Center St Joseph Tingkat II. Rumah itu telah menarik sekitar 600 pengunjung setiap malamnya, dan mereka menulis cek dalam jumlah dana yang besar untuk disumbangkan ke Rumah Sakit St Joseph.


http://images.detik.com/content/2013/12/06/1137/072836_kuejahe1.jpg


http://images.detik.com/content/2013/12/06/1137/073124_kuejahe4.jpg




Sumber :http://wolipop.detik.com/read/2013/12/06/072735/2434043/1137/penampakan-rumah-yang-terbuat-dari-kue-jahe-terbesar-di-dunia?w992201835

Minggu, 01 Desember 2013

Ini dia Ahli Bir Bersertifikat yang Banyak Dicari di Dunia

Mungkin Anda jarang mendengar sebutan Cicerone. Tidak mengherankan, mengingat orang-orang lebih banyak mengatahui Sommelier atau ahli wine. Kini, profesi sebagai cicerone atau ahli bir mulai dilirik orang. 

Cicerone adalah seseorang yang ahli dalam bir. Ia seperti sommelier, mengetahui rasa, mencocokkan rasa, dan memberi saran akan bir apa yang seharusnya diminum di saat dan menikmati makanan tertentu. Ada sebuah program sertifikasi yang harus dilalui oleh orang yang akan menjadi cicerone dalam beberapa tingkatan.

Ray Daniels, seorang brewer (pembuat bir), memulainya dengan Cicerone Certification Program dari lima tahun yang lalu. Menurutnya, ada tiga level dalam cicerone, yaitu dimulai dari Certified Beer Serves (melalui ujian online), di tingkat yang lebih tinggi ada Certified Cicerones (tes perseorangan, dilengkapi dengan ujian mencicip).

Tingkat yang paling tinggi ada yang namanya Master Cicerone (tes perseorangan selama dua hari). Ujianya terfokus di lima dasar komponen: menyimpan dan menyajikan bir, gaya bir, rasa dan kecapan, proses brewing atau membuat bir, serta memadukan bir dengan makanan.

Kelihatannya mudah untuk mendapat sertifikat pengakuan ini, tetapi ada hal yang membuatnya menjadi sulit. Antara lain, sulitnya untuk menggapai tingkat master.

Menurut Daniels bir merupakan produk yang rapuh. Bir dapat rusak seketika jika ditangani oleh orang yang salah. Kompleksitas bir dari proses pembuatan sampai ke tangan pelayan dibutuhkan pengertian yang matang.

Sejauh ini, hanya ada tujuh orang yang mendapat level Master Cicerone, tetapi sekitar 900 orang telah lulus dalam ujian reguler, dan ada 27.000 orang yang akan menjadi Certified Beer Servers. Jumlah yang luar biasa fantastis.

Sekarang banyak pembuat bir mencari karyawannya dengan syarat harus lulus terlebih dahulu lewat ujian Cicerone. Hal ini memang menjadi perhatian para pembuat bir karena mereka ingin yang terbaik untuk produk-produknya. Anda bisa juga mengintip website mereka di cicerone.org. Nah, bagaimana, apakah Anda tertarik menjadi Cicerone?
(odi/odi)




Selasa, 26 November 2013

Wiiihhh.....Lilin Ini Beraroma Ayam Goreng KFC

Mencium aroma ayam goreng saja bisa membuat air liur keluar, apalagi jika aroma ayam goreng KFC. Hmmm…. Sedapnya! Sebagian orang mungkin tidak ingin jika rumahnya beraroma ayam goreng, bisa-bisa terus merasa lapar, seperti disuguhkan oleh lilin ini.

Perusahaan pembuat lilin beraroma baru saja membuat lilin Kentucky for Kentucky, dimana lilin saat dibakar mengeluarkan aroma ayam goreng KFC. Mungkin bisa jadi salah cara menaikkan nafsu makan untuk Anda maupun keluarga.

Kathy Werking, yang berkolaborasi dengan Kentucky for Kentucky, membuat lilin KFC dengan cara menggoreng ayam yang sesungguhnya bersama lilin kedelai. Dia juga tidak melewatkan campuran 11 bumbu dan rempah-rempah rahasia KFC.

”Biarkan kesegaran dan desisan ayam goreng gurih keemasan melayang bebas ke dalam hati dan rumah Anda dengan salah satu kreasi paling lezat kami,” tulis situs resmi Kentucky for Kentucky yang menggambarkan lilin “Ayam Goreng KFC”, seperti disitat dari Dailymail, Selasa (26/11/2013).

Koleksi lilin-lilin beraroma lainnya, seperti aroma soft drink Kentucky yakni Ale 8 dan Kentucky Derby. Lilin Ale 8 beraroma soda jahe dan jeruk, yang dikemas botolan di Winchester, Kentucky, sejak 1926. Menurut Kentucky, lilin Ale 8 dibuat dengan resep rahasia, termasuk minyak esensial anggur dan jeruk nipis yang akan memberikan energi di setiap ruangan.

Lilin Kentucy Derby memiliki aroma mint julep yang berfungsi membawa aroma Kentucky Derby di sekitar Anda. Lilin-lilin ini mulai dijual sejak 22 November lalu. Tentunya, para pecinta ayam goreng KFC adalah pembeli yang paling bersemangat memiliki lilin beraroma ini. Hanya tersedia 25 lilin untuk setiap aroma. (ftr)




Minggu, 24 November 2013

Restoran ini beri potongan harga bagi pelanggan yang mematikan ponsel

Seorang pemilik restoran di dekat Kota Yerusalem, Palestina memberikan potongan harga bagi pelanggan datang ke tempatnya. Konsumen hanya disuruh mematikan ponsel sebagai syaratnya.

Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Ahad (24/11), Jawdat Ibrahim mengatakan ponsel pintar sekarang menjamur telah membuat orang kehilangan pengalaman bersantap makanan lezat. Dia berharap potongan harga ini dapat mengembalikan suasana persahabatan, percakapan, dan menghargai makanan ketimbang mengotak-atik komputer tablet dan sejenisnya.

Restoran Ibrahim bernama Abu Ghosh dan sangat terkenal di wilayah itu. "saya hendak mengubah sesuatu. Mungkin sangat kecil, yakni budaya makan," ujarnya. Kebanyakan pengunjung restorannya dari orang Yahudi dan Arab.

Ide awal membuat promosi ini dia merasa gemas melihat beberapa orang berteman bahkan suami-istri duduk diam sambil menatap layar ponsel dan lebih penting membalas pesan di jejaring sosial ketimbang ngobrol ringan dengan pasangan atau rekan mereka, malah kediaman itu terus berlanjut hingga makanan dingin dan pelayan diminta menghangatkannya kembali.

Tak hanya mengembalikan kehangatan santap makanan, Ibrahim juga berhasil menarik pelanggan-pelanggan baru yang tertarik dengan penawaran potongan harga.

[din]




Ini dia vending machine sampanye pertama di dunia

Vending machine sampanye pertama di dunia telah dipasang di sebuah pusat perbelanjaan mewah Selfridges di London, Inggris. 

Vending machine unik ini menjual sampanye merek Moet & Chandon ukuran 200 ml dengan harga 18 pound sterling (sekitar Rp 341.173) per botol. Mesin penjual otomatis ini berisi 350 botol sampanye.

Sebagaimana dilansir The Daily Mail, The Moet and Chandon dispenser adalah mesin penjual otomatis sampanye pertama di dunia. Hebatnya, setiap botol sampanye bahkan telah dilapisi kristal Swarovski mini yang membuatnya tampak berkilau.

Menariknya lagi, mesin penjual otomatis ini tidak mengeluarkan botol minumannya dengan cara menjatuhkannya ke lubang pengambilan. Mesin ini akan mengeluarkan pesanan pelanggan dengan menjulurkan sebuah lengan robot yang berlapis emas.






[des]


Selasa, 12 November 2013

Anggur Ini Terbuat dari Meteorit Berusia 4,5 Miliar Tahun


Saat meminum anggur ini, nampaknya Anda akan tercengang. Pasalnya, minuman ini dibuat dari anggur Caberner Sauvignon dan meteorit berusia 4,5 miliar tahun. Seperti apa?

Anggur bernama Meteorito ini dibuat Ian Hutcheon yang merupakan pemilik kebun anggur dan pusat astronomi di Chile bernama Centro Astronomica Tagua Tagua.

Batu luar angkasa sepanjang tiga inci yang digunakan membuat anggur ini ditemukan di Atacama Desert di Chile tempat yang diyakini menjadi lokasi meteorit ini jatuh enam ribu tahun silam.

Seorang kolektor asal Amerika Serikat (AS) menyumbangkan batu ini pada Hutcheon yang kemudian ia masukkan ke dalam barel kayu dengan anggur selama 25 hari.

“Idenya adalah memadukan minat saya pada astronomi dengan enology untuk memberi sentuhan rasa luar angkasa pada anggur ini,” katanya seperti dikutip DM.

Menurutnya, halangan terbesar adalah membuat anggur ini agar tak memiliki rasa besi mengingat meteor terdiri dari besi dan nikel.Anggur ini dijual seharga GBP7 (Rp99,4 ribu) per botol.

Tertarik?



Sumber :http://top-news-unik.blogspot.com/2012/02/wah-anggur-ini-terbuat-dari-meteorit_5845.html

Sabtu, 09 November 2013

Ternyata Sejak Tahun 1946 Tempe Populer di Eropa dan Amerika

Kebanyakan penduduk Indonesia sendiri bisa jadi tidak mengetahuinya. Mungkin karena penyakit “Eropa – Amerika minded” atau menganggap tempe sebagai makanan yang hanya pantas bagi orang desa, umumnya mereka memandang tempe dengan sebelah mata. 

Bahkan kata “tempe” selalu digunakan sebagai ejekan atau pelecehan – khas Indonesia- , terhadap segala sesuatu yang dianggap murahan atau mutu rendahan.
Istilah 'mental tempe' atau 'kelas tempe' dulu begitu akrab digunakan untuk merendahkan, dengan mengacu bahwa hal yang dibicarakan bermutu rendah karena murah seperti tempe. 

Padahal kenyataan dan faktanya – jika mereka mengetahuinya – tempe bukanlah seperti yang serendah yang mereka kira. 

TEMPE, pernah begitu popular di Negara-negara Eropa dan Amerika. Jauh-jauh hari sebelum mereka mengeluarkan ejekan “mental tempe” nya. Dan bukan karena hal lain, kepopuleran tempe ini tentu saja karena manfaat dan khasiat hebatnya ( …..sayang mereka belum mengetahuinya….. ). 

Tidak seperti makanan tradisional yang berasal dari kedelai lainnya, yang umumnya berasal dari negeri Cina atau Jepang, tempe memang benar-benar khas, berasal dari Indonesia. Namun demikian tidak ada catatan pasti tentang kapan tempe ini mulai dibuat dan dikonsumsi. Sebab makanan tradisonal ini ternyata telah dikenal sejak berabad-abad lamanya, utamanya dalam tatanan budaya Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta dan Surakarta. 

Kata “tempe” sendiri telah tertulis dalam manuskrip Serat Centhini, sebuah manuskrip kuno terkenal dan sering menjadi rujukan dalam mempelajari budaya dan adat istiadat Jawa, dengan seting pada abad ke-16. Bahkan kata "tempe" ini diduga kuat berasal dari bahasa Jawa Kuno. Karena di jaman Jawa Kuno juga terdapat makanan berwarna putih yang terbuat dari tepung sagu dan disebut tumpi. Sedangkan tempe yang masih segar, juga berwarna putih, memiliki kesamaan dengan tumpi tersebut. 

Terdapat pula sebuah rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lainnya mengabarkan bahwa pembuatan tempe diawali pada era Tanam Paksa di Jawa. Dimana saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh imigran Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. 

Saat zaman pendudukan Jepang di Indonesia, tawanan perang yang diberi makan dengan tempe ternyata dapat terhindar dari penyakit disentri dan busung lapar. Kemudian sejumlah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1940-an sampai 1960-an juga menyimpulkan bahwa begitu banyak tahanan Perang Dunia II berhasil selamat karena tempe. 

Tempe kemudian dikenal oleh masyarakat Eropa lewat orang Belanda. Pada tahun 1895, seorang ahli kimia dan mikrobiologi Belanda, Prinsen Geerlings melakukan identifikasi untuk yang pertama kali pada kapang tempe. 
Melalui Belanda pula, tempe telah populer di Eropa sejak tahun 1946. 

Kemudian tempe menjadi populer di Amerika Serikat, setelah Yap Bwee Hwa pertama kali membuat tempe di sana pada tahun 1958. Yap Bwee Hwa sendiri merupakan orang berkebangsaan Indonesia yang pertama kali melakukan penelitian ilmiah tentang tempe. Bahkan di Jepang, tempe sudah diteliti sejak mulai tahun 1926. 

Hingga akhirnya pada tahun 1984 tercatat terdapat 18 perusahaan tempe di Eropa, 53 di Amerika, dan 8 di Jepang. Sedangkan di beberapa negara lainnya, seperti Republik Rakyat Cina, India, Taiwan, Sri Lanka, Kanada, Australia, Amerika Latin, dan Afrika, tempe sudah mulai dikenal di kalangan terbatas. 

Maka saat ini, tempe telah mendunia. Bahkan kaum vegetarian di seluruh dunia, dalam pemilihan nutrisi  asupan makannya,  telah menggunakan tempe ini sebagai pengganti daging. 

Akibatnya tempe kemudian diproduksi di banyak tempat di dunia. Penelitian di berbagai negara, mulai dari Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat termasuk Indonesia saat ini berusaha mengembangkan galur (strain) unggul Rhizopus untuk menghasilkan tempe yang lebih cepat, berkualitas, atau meningkatkan lagi kandungan gizi dari tempe. 

Sehingga beberapa pihak bahkan sempat khawatir dengan penelitian ini sebab bisa mengancam keberadaan tempe sebagai bahan pangan yang sudah jadi milik masyarakat umum. 
Sebab galur ragi tempe unggul ini dapat didaftarkan hak patennya, sehingga penggunaannya dilindungi undang-undang atau harus memerlukan lisensi dari pemegang hak paten. 
Artinya, bahkan Negara-negara maju yang selama ini di”minded” kan ternyata saat ini sudah begitu kepincut-nya dengan tempe. 

Maka sudah tidak pantas lagi menggunakan kata “mental tempe” untuk sebuah ejekan atau pelecehan. Patutnya, saatnya menggunakan “mental tempe” untuk sebuah kebanggaan, KHAS - Indonesia.