Pembenahan mental bertanding menjadi salah satu fokus pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, selama menjalani pemusatan latihan di Hong Kong. RD ingin mental bertanding Kurnia Meiga dan kawan-kawan di laga tandang semakin kuat.
RD faktor mental bertanding sangat penting untuk dibenahi sebelum tim tampil di SEA Games 2013 Myanmar. Pasalnya, selama ini tim Garuda Muda lebih banyak menjalani uji coba di dalam negeri.
"Mental pemain harus diuji agar bisa mengatasi tekanan dari suporter tuan rumah, karena di SEA Games 2013 kami tidak bermain di kandang sendiri," ujar Rahmad saat dihubungi ketika berada Hong Kong, Senin 11 November 2013.
Faktor lain yang ingin dibenahi RD adalah emosi pemain. Pelatih yang musim depan akan menangani Persebaya Surabaya itu menegaskan para pemainnya masih mudah terprovokasi. Hal itu terlihat saat menghadapi Timor Leste pada 30 Oktober 2013 lalu.
"Karena faktor emosi yang tidak stabil permainan menjadi tidak berkembang. Dibutuhkan kesabaran dalam melakukan organisasi permainan. Dan kesabaran itu justru hilang saat melawan Timor Leste," papar RD.
"Emosi memang memengaruhi permainan. Pemain harus dibiasakan dan dilatih emosi mereka. Mereka sebenarnya bisa mengatasi masalah ini. Ini yang sedang kami asah di Hong Kong," sambungnya.
Sementara itu, gelandang Andik Vermansyah mengatakan uji coba di Hong Kong bermanfaat untuk mengasah mental laga tandang Timnas U-23. Andik menegaskan Timnas U-23 harus terbiasa dengan tekanan dan provokasi dari suporter lawan.
"Saya yakin tim semakin terbiasa. Selain mengasah permainan, uji coba ini juga bagus untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pertandingan yang tidak seperti di Indonesia," ujar Andik.
Di Hong Kong, Timnas U-23 akan menjalani dua laga uji coba. Timnas U-23 akan menghadapi Citizen AA pada 12 November 2013, dan melawan Sun Pegasus dua hari kemudian.
RD faktor mental bertanding sangat penting untuk dibenahi sebelum tim tampil di SEA Games 2013 Myanmar. Pasalnya, selama ini tim Garuda Muda lebih banyak menjalani uji coba di dalam negeri.
"Mental pemain harus diuji agar bisa mengatasi tekanan dari suporter tuan rumah, karena di SEA Games 2013 kami tidak bermain di kandang sendiri," ujar Rahmad saat dihubungi ketika berada Hong Kong, Senin 11 November 2013.
Faktor lain yang ingin dibenahi RD adalah emosi pemain. Pelatih yang musim depan akan menangani Persebaya Surabaya itu menegaskan para pemainnya masih mudah terprovokasi. Hal itu terlihat saat menghadapi Timor Leste pada 30 Oktober 2013 lalu.
"Karena faktor emosi yang tidak stabil permainan menjadi tidak berkembang. Dibutuhkan kesabaran dalam melakukan organisasi permainan. Dan kesabaran itu justru hilang saat melawan Timor Leste," papar RD.
"Emosi memang memengaruhi permainan. Pemain harus dibiasakan dan dilatih emosi mereka. Mereka sebenarnya bisa mengatasi masalah ini. Ini yang sedang kami asah di Hong Kong," sambungnya.
Sementara itu, gelandang Andik Vermansyah mengatakan uji coba di Hong Kong bermanfaat untuk mengasah mental laga tandang Timnas U-23. Andik menegaskan Timnas U-23 harus terbiasa dengan tekanan dan provokasi dari suporter lawan.
"Saya yakin tim semakin terbiasa. Selain mengasah permainan, uji coba ini juga bagus untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pertandingan yang tidak seperti di Indonesia," ujar Andik.
Di Hong Kong, Timnas U-23 akan menjalani dua laga uji coba. Timnas U-23 akan menghadapi Citizen AA pada 12 November 2013, dan melawan Sun Pegasus dua hari kemudian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar